INDRAMAYU, (PRLM).- Akibat selang kompor gas bocor, api langsung menyambar dan membakar rumah milik Kadi Mulyadi (42), Senin (9/6). Kejadian yang sempat menghebohkan warga Desa Karanganyar Kec. Pasekan Kab. Idramayu itu, tidak menimbulkan korban jiwa. Kerugian materi akibat kebakaran tersebut mencapai puluhan juta rupiah. Aparat kepolisian setempat hingga kini masih menyelidiki kasus tersebut. Keterangan yang dihimpun “PRLM” menyebutkan, peristiwa kebakaran yang menimpa rumah pasangan Kadi dan Karsiwen (32), itu terjadi begitu cepat. Saat itu, Karsiwen sedang memasak menggunakan kompor gas yang diterimanya dari pembagian pemerintah. Namun entah bagaimana mulanya, saat Karsiwen sedang memasak tiba-tiba tercium bau gas berasal dari selang yang menghubungkan kompor dan tabung gas. Di saat Karsiwen ingin mencari tahu sumber bau menyengat tersebut, tiba-tiba muncul semburan api dari arah selang yang diduga bocor. Celakanya, tidak jauh dari tempatnya memasak terdapat satu buah jeriken berisi 20 liter bensin untuk dijual. Kontan, semburan api menyambar jeriken bensin dan menimbulakn kebakaran hebat. Camat Pasekan, Susyadi membenarkan insiden kebakaran di rumah keluarga Kadi Mulyadi. Kompor gas yang menimbulkan kebakaran itu adalah kompor gratis dari pemerintah pada program konversi minyak tanah ke gas. Hanya, terkait pembagian kompor itu pihaknya tidak dilibatkan secara langsung dalam pengawasan. “Kami hanya diajak ketika sosialisasi saja. Kelanjutannya, oleh konsultan kompor gas langsung,” kata Susyadi.

Dihubungi terpisah, Projek Manager PT Spektra, Konsultan Pelaksanaan Pembagian Paket Kompor Gas Dalam Program Konversi Minyak Tanah, Ir.S.Budiharjo Herman, membantah telah terjadi kebocoran pada selang gas. Sebab menurutnya, dari hasil investigasi di lapangan petugas dari PT Spektra menemukan fakta lain. Yakni tabung kompor yang diduga menjadi sumber kebakaran itu berisi minyak tanah dan bukan gas. “Itu kompor minyak tanah, bukan berisi gas. Tapi di luar itu semua, jika ada kerusakan sebaiknya kompor gas gratis jangan digunakan. Kembalikan kepada kami untuk diperbaiki atau tukar dengan yang baru,” kata Budiharjo kepada wartawan melalui telefon selulernya. (A-96)***

Sumber : pikiran rakyat

Comments are closed.